Langsung ke konten utama

Postingan

Ujian Diri...

Bismillah... Aku adalah aku. Wanita biasa yg (dulu) berkeinginan bermanfaat bagi banyak orang terutama keluarga. Hal itu kuimpikan setelah aku diberi hadiah Hidayah oleh Allah. Lalu kemudahan berteman dgn orang2 Shalih/ah pun diberikan padaku dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Tapi aku minder atas kekuranganku. Aku pernah berdoa agar Allah menjadikan ku bagian dari mereka walau mgkn sungguh tidak pantas. Tapi Allah Maha Baik. Di lebih 10 tahun perjalanan ku dalam membersamai mereka aku masih saja merangkak dan terseok bahkan disaat Allah telah mengamanahi lebih dekat dgn mereka. Sungguh ternyata aku manusia yg lemah dan tak mampu berbuat banyak, bahkan utk diriku sendiri.  Bagaimana bisa menggenapkan impian utk bisa bermanfaat bagi sesama kalau begini😰 Ternyata pondasi diri sendiri belum cukup kuat, bagaimana hendak memperbaiki rumah sebelah.  Ya Rabb...kuatkan aku...Aku masih merasa diposisi Baru memperbaiki pakaian luarku (itupun ntah lah) di waktu yang sudah sek...
Postingan terbaru

Terlecut!!!

 Awalnya ku pikir aku bisa melakukan semua ini dengan mudah, tanpa jatuh, tanpa berlarut-larut, tak akan terasa sakit.  Namun Allah memberikan lebih panjang waktu untuk ku sadari bahwa Aku masih terlalu dini untuk menilai. Masih terlalu pagi untuk merasa diri baik2 saja. Meski usia terus bertambah yg berarti sisa waktu tinggal di dunia semakin sedikit. Duhai Rabbi. Aku tak kan meminta untuk menghilangkan semua rasa2 yg menurut orang banyak ini tak enak. Dan memang tak enak! Namun dari nya semoga  diri "terlecut" dan timbullah "Gerak Nyata". "Gerak Perubahan". "Hijrah yg Sebenarnya". Tak hanya tampak nya.  Duhai Rabbi. Sungguh aku terima permen ini dengan bungkusnya. Karena ku yakin Permen nya akan segera tiba. Dan manis nya tak akan lagi mengingatkan luka. Bahwa aku terlalu lama dalam "Diam " ini hanya tanda bahwa Iman blm lah purna dan aku lemah tanpa Mu. Ingat2kanlah selalu aku, hambaMu yg sering takut gagal ini agar hanya "Benar...

MasyaaAllah....

MasyaaAllah. Berjuta orang Bergerak. Siapa kah yg dpt menggeraklan sebanyak itu manusia kecuali yang Maha Menguasai.  Allah azza wa jalla. MasyaaAllah. Tujuan nya syiar. Bahwa islam Rahmatan lil alamin. Islam ingin mengatakan Ia ada. Ada untuk Indonesia. Ada untuk mengawal Kebaikan dan Mengawal Ketidakbaikan menjadi baik. Bukan untuk menindas. Bukan untuk melibas. Bukan untuk menghancurkan. Sebagaimana Islam diutus untuk cahaya untuk semua.  Ia akan menyinari setiap kegelapan hingga ia terang sempurna bak Bulan Purnama indah di langit indah itu. Jadilah Bangga dengan Islammu. Karena ia datang sebagaimana penyempurna. Berproses lah hingga kau diridhoiNya. #BanggajadiMuslim #Allahsaja #212

"Berbahagialah"

"BERBAHAGIALAH" Membahagiakan jika yang diimpikan akan segera terwujud. Walau blm pasti seperti apa akhirnya, serasa ada SEMANGAT lebih menemani selama proses itu berlangsung. Ada-ada saja kejutan Allah mewarnai nya. Ada saja pelangi-pelangi rasa yang terungkap membuncah rasa haru bahagia. MasyaaAllah betapa luar biasanya sang Pencipta. Sungguh ia tiada pernah menyalahi janjiNya. Wahai diri. Bahagialah selalu dengan ketentuan Rabb mu. Dia Maha 'Alim yang terbaik bagimu. Saat Ujian terasa berati pundakmu. Ingat saja Satu: Allah yang Maha Rahiim tak kan pernah membiarkan hambaNya sedih. Di balik semua peristiwa pahit (menurut kita) pasti ada HIKMAH terbaik yang bisa dipelajari. Dan setelah Lelah Berjuang, InsyaaAllah kau dapati MANISnya HASIL. Yang manisnya serasa tak pernah kita kecap. Benar-benar nikmat. Maka berbahagia wahai diri. Engkau InsyaaAllah akan selalu BAHAGIA bila kau RELA pada TAKDIRNYA. "Selamat merasakan tegukan Kebahagiaan 💚💚💚"

Indahnya Hikmah💚

Bukan pada rasa "tidak bisa nya" Allah menitipkan HIKMAHNYA, tetapi pada titik "FOKUS" yang mana engkau ambil untuk kekuatanmu. Bukan pada apa-apa yang membuatmu lelah sayang, tetapi pada nikmat yang mungkin terlupa kau syukuri. Jangan merasa Allah tak sayang, Allah pilih kasih, Allah kok gini... Allah kok gitu...tapi...pada kasih sayangNya pada kita. Mungkin sekarang kita harus merenung sejenak pada nikmat-nikmat yang belum kita syukuri. Namun dikesempatan lain, Allah menitip kebahagiaan yang juga harus disabari. KESEDIHAN dan KEBAHAGIAAN itu tipis bedanya. Sama hal nya bahkan dengan HIDUP dan MATI. Tapi jika dimaknai dengan benar, Hidup dan Mati pun baik bagi kita. Semua yang ditakdirkan Allah itu BAIK. Tinggal cara kita menanggapinya. Menerima atau Menolak. Padahal setiap takdir sudah ditentukan hikmah. Maka mungkin kita sekarang dititipi "kepekaan" agar tiap-tiap HIKMAH ALLAH pada diri kita dapat kita sikapi dengan  SYUKUR, SABAR dan TAWAKKAL....

AMANAH💚

Orang yg amanah itu begitu ya. Ketika ada barang orang lain sama dia, berupaya sebisa mungkin mengembalikan. Karena tau semua hal (yang terkecil sekalipun, bahkan yg terbesit di hati) kelak akan dipertanggungjawabkan. MasyaaAllah💞 Semoga Allah menjaga kita agar Amanah dan Meringankan Kita di hari penghisaban kelak. Aamiin Allahumma Aamiin @satriyanti💞 Ngomongin Amanah...Jadi ingat manusia Teramanah di dunia ini💚Yang saking amanahnya beliau, semua orang kala itu mempercayakan peletakan batu hitam yang dihormati di Jazirah Arab tersebut. Batu tersebut bukan batu biasa menurut mereka.  Meletakkan nya ke tempat semula merupakan suatu kehormatan. Maka berebutlah kepala-kepala suku saat itu untuk mendapatkan kehormatan meletakkan batu hitam itu. Mereka tak mau saling mengalah, rela berkelahi, bahkan berperang hanya untuk batu hitam tersebut. Maka di kala situasi memanas, dibuat semacam kesepakatan. Bahwa orang yang datang pertema di pintu itu akan menjadi hakim kita. Dia lah y...

Menulis Rasa

Walau tak bisa memperbaiki seluruhnya hari ini... Paling tidak aku sudah berusaha... Semoga dengan niat ikhlas di hati... Ada kebaikan yang dibawa... Hari adalah umur kita. Masa yang diberikan untuk hidup di dunia. Masa untuk berbekal. Masa agar kelak berbahagia di kehidupan sebenarnya. Semestinya kita menyadari betul Hakikinya Umur tersebut. Waktu tak kan pernah mundur hanya untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Ia tak kan pernah peduli tentang apapun, siapapun diri kita. Ia adil terhadap semua. Memberlakukannya sama. Seperti kita memberlakukan dirinya. Sama persis. Lalai atau Ingat. Sadar atau Terlena. Wahai engkau yang Allah sering bersumpah dengan nama mu... Begitu penting nya engkau, maka isilah dengan sesuatu... Sesuatu yang bisa kelak membantu... Kelak di sana yang sungguh tak menentu. Alangkah bahagia bila menjadikan setiap waktu adalah kerja... Kerja dunia pun bisa peroleh pahala... Maha sempurna Allah yang mencipta... Tak ada sesuatu pun menyamai Nya... D...